April 12, 2012

ITPreneurship Class #2

Dalam rangkaian ITPreneurship Class, akan diadakan sesi sharing pada
hari, tanggal: Senin, 16 April 2012
pukul: 15.30-17.15
tempat: Ruang Multimedia, Labtek V Lantai 4

Sesi ini akan turut menghadirkan
CTO Agate Studo, Shieny Aprilia
CEO NoLimit, Aqsath Rasyid
CEO Bukalapak.com, Achmad Zacky

…dan bakal ada juga kuis berhadiah 3 buah flashdisk 4GB!

Pertemuan ini terbuka untuk umum (tidak hanya untuk peserta ITPreneurship class).
Selain peserta ITPreneurship class, kirimkan nama, program studi, dan angkatan ke fransiskapw@gmail.com dengan subject ‘ITPreneurship Class #2′ untuk mengonfirmasi kehadiran.

Maret 31, 2012

ITpreneurship Class is for YOU! (Late Publication)

The Department of Informatics Engineering, ITB, HMIF and Batavia Incubator proudly present:
ITPRENEURSHIP CLASS

ITPreneurship class is a four month extracurricular class (without grading), conducted once every two weeks.
This class is open for all ITB students and alumni for FREE.

There are two types of classes conducted every month:

Lecture 
from experienced Japanese IT Businessman
TAKESHI EBIHARA,
General Partner of Batavia Incubator

Real Entrepreneur Sharing Session with guest speakers *) :
Willis Wee, CEO of Tech in Asia
Ken Dean Lawadinata, CEO, Kaskus
Edi Taslim, Vice Director, Kompas.com
Ahmad Zacky, CEO, Bukalapak.com
Karaniya Dharmasaputra, Editor-in-Chief, VIVAnews
Divusi
Digital Mark Reader
EbDesk

* Pending confirmation

Only those who fulfill these requirements are eligible to join the entire class sessions:

1. Have already started a business
2. IT related (internet and mobile) businesses only

Please register yourself by sending a brief description of your

STARTUP COMPANY PROFILE
to titi@stei.itb.ac.id

Registration closes on 30 March 2012.

The first class shall be held on 2 April 2012, 15.30 – 17.00 WIB.

Maret 27, 2012

Google Summer of Code 2012 Proposal

It’s been a while since I made my last post.

I just submitted a proposal to City of Bloomington, Indiana for Google Summer of Code (GSoC) 2012, and I think I want to share my experience regarding this.

Whait is GSoC? This is the official answer from their website:

Google Summer of Code is a program that offers student developers stipends to write code for various open source projects.  Historically, the program has brought together over 4,500 students with over 300 open source projects, to create millions of lines of code. The program, which kicked off in 2005, is now in its eighth year. If you are feeling nostalgic or are interested in learning more about the projects we have worked with in the past, check out the 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, and 2011 program pages.

While the majority of past student participants were enrolled in university or college Computer Science and Computer Engineering programs, Google Summer of Coders come from a wide variety of educational backgrounds and degree programs (Bachelors/Masters/PhDs), from computational biology to mining engineering. Many of our past participants had never participated in an open source project before Google Summer of Code; others used the Google Summer of Code stipend as an opportunity to concentrate fully on their existing open source coding activities over the summer. Many of our ‘graduates’ have later become program mentors. This is a global program run completely online.

 In short, GSoC is a program, sponsored by Google, where student get paid for contributing to open source project.
First time I heard about this program from a participant of GSoC 2011 who also my senior at Informatics ITB: Aris Feryanto. He post to our students mailing-list. I didn’t pay much attention back there, since there are so many posts in that mailing-list in a day.
But then, a foreign professor from Texas A&M University who recently teach at Informatics Engineering ITB for two semester (2011 – 2012), forward me an email regarding this opportunity. His name is Ronnie Ward. A professor sent you an email, for sure you will notice right? So since then, I started exploring GSoC. Special thanks to Dr. Ward :)
I started skimming on the list of accepted organization of GSoC 2011. And I realized that Code for America is listed as an accepted organization for 2011. I personally have interest in government since my internship last year at president delivery unit (UKP4) of Indonesia. I also made my thesis in the subject area of utilizing IT for government and humanity. Previously when I was exploring for my thesis (it’s about open government), I came across Code For America website. So yes I’m very excited to  working on a project from them.
I was browsing through their idea pages and saw Open311. It’s a public reporting tools for non-emergency incident. Well, it is indeed share a lot of resemblance with Lapor! (public reporting tools which I made last summer for my internship at UKP). I do further research regarding this Open311 on Github, there’s where I found the Open311-mobile and the thread regarding needs of making the Android version.
I can’t be more happy! Open311 Android version is perfect! I was also the main (and only) developer of Lapor! Android version.I contacted the main developer of Open311-mobile: Cliff Ingham regarding possibility of me contributing on Open311-Android as a GSoC project. I got a positive respond from him. In fact, City of Bloomington sign up to become a listed organization in GSoC so they would be eligible for mentoring project. It was their first time as well. I’ve been keeping a intense communication with them since then.
And right now, just like I said earlier, I just submit my proposal for Open311-Android to City of Bloomington, Indiana. Here is my proposal link: GeoReporter Android Version – Fransiska P.W. Hadiwidjana
Well, let’s just hope the best for my proposal and Open311 as well!
Februari 18, 2012

How Could You – The Triangle Band

For all the things that you said

For all the lines that we played

For all the very best dates

How could you do this to me

.
The things we did to stay sane

The walks we had in the rain

The places we used to hang

How could you do this to me

.

Oh well

Look at me now I’m falling in pieces

I don’t know what to do now

I’m lost within this fire

Oh well

Look at me now I’m falling in pieces

I don’t know what to do now

I’m lost within this fire inside me

.

For all the love that we share

For all the times that we blend

For all the path we walk down

How could you do this to me

.

The laughter under the star

The time you slept in my car

The people we made fun of

How could you do this to me

.

Oh..

Look at me now I’m falling to pieces

I don’t know what to do now

I’m lost within this fire

Oh..

Look at me now I’m falling to pieces

I don’t know what to do now

I’m lost within this fire inside me

 .
This fire inside me
This fire inside me
This fire inside me
Februari 4, 2012

Tilang: Damai, Slip Merah, atau Slip Biru

Tadi siang saya kena tilang di dekatnya Kafe Halaman. Alasannya karena ga nyalain lampu. Lupa bener deh sama hukum yang satu ini. Biasanya juga ga pernah kena masalah lampu.

Ini keempat kalinya saya kena tilang di Bandung. Tapi yang sekarang saya merasa sangat kesal waktu menghadapi si Bapak Polis tadi. Tiga tilang sebelumnya saya menyadari saya memang salah, tapi alasan yang sekarang… Astaga.. Dari dulu menurut saya  hukum motor harus menyalakan lampu di siang hari logikanya ga jelas, ini lagi kena tilang karena masalah itu. Dengan keasalnya, dan juga karena belakangan lagi lumayan sering juga obrolan tentang tilang ini terdengar, saya pun bilang “Saya minta slip biru”. Ini lah slip biru yang saya dapat:

Pertanyaan yang muncul: apakah meminta slip biru selalu lebih baik?

Tergantung. Apa definisi lebih baik buat Anda.

Jadi kalo dari pengalaman dan cerita teman, ada 3 cara utama (yang mana 1  cara nanti bisa beranak pinak) kalo ditilang. Pertama uang damai di tempat , kedua dapet slip tilang warna merah, ketiga slip biru. Berikut saya bahas kelebihan dan kekurangannya juga dari perspektif saya.

Uang Damai di Tempat

Empat kali saya kena tilang di bandung, belum pernah saya selesaikan dengan cara ini. Mungkin untuk saya alasannya ada dua:

  1. Kesan damai di tempat yang nasionalis banget. Hahaha. Maksudnya gini, damai di tempat, yang jelas uang kayanya ga mungkin masuk negara juga. Kesannya KKN banget lah.
  2. Kalo barusan ketilang pasti saya bawaannya bete dan arogannya keluar. Boro-boro ngerayu-rayu ngajak damai si Pak Pol.

Kelebihan: Bisa dapet murah banget lho, apa lagi motor + mahasiswa (kata orang sih). Misalnya untuk masalah nyalain lampu gitu paling bisa habis cuma 10rb.

Kekurangan: Itu duit masuk ke kantong mana, tau lah ya.

Slip Merah 

Tiga dari empat pengalaman tilang saya dapet slip merah. Bisa dibilang ini default penilangan sih. Kalo kita diem-diem aja dan polisi yang nilang ga kotor-kotor amat, paling berujung kita dapet slip merah. Kalo slip merah itu ya ujung akhirnya banget tuh di sidang. Tapi cerita saya dengan slip merah sendiri belum pernah sampe sidang.

Dulu, tiga kali saya kena tilang waktu jaman-jaman libur dan saya buru-buru pingin balik surabaya. Tapi juga ogah damai-damain, jadilah tetep dapet slip merah tapi ga berakhir di ruang sidang. Dua dari tiga cerita itu berakhir di kantor polisi jalan Merdeka, yang sebelahnya katedral itu. Dulu sih semua dokumen pertilangan termasuk SIM dllnya akan singgah dulu di sana sebelum sampe ke kejaksaan. Jadi adanya kita ngasihin tuh surat tilang kita ke polisi yang ngurusin. Terus sama dia dicariin, kalo ada kita tebus 20rb.

Nah, satu dari tiga pengalaman saya dengan slip merah berakhir di kantor polisi kecamatan coblong. Jadi waktu itu, satu hari setelah tilang saya ke kantor polisi Merdeka, katanya berkas saya belum masuk, dan dia bilang mungkin masih ada di kantor polisi kecamatan coblong. Di sana nebusnya 30rb. Sengaja banget nih polisi, tahu kalo udah ke sana berarti kita perlu lebih cepet.

Gimana tuh kalo sampe pengadilan? Katanye temen saya yang udah pernah sih gampang-gampang aja. Cepet beres juga sesi sidangnya, tapi lama nunggu tanggal sidangnya itu. Dendanya juga ga mahal-mahal amat, beberapa yang pernah sidang sama-sama dapet 20rb. Tapi saya sendiri belum pernah ngalamin sih.

Kelebihan slip merah sidang: ga mahal-mahal amat, bersih!

Kekurangan slip merah sidang: lama nungguin tanggal sidang yang ga fleksibel

Sebenenrya slip merah dan berakhir di kantor polisi adalah pilihan yang super nanggung. Jadi saran saya ya, sekalian aja slip merah sidang, atau slip biru, atau damai. Saya sendiri tiga kali berakhi di kantor polisi karena (uhuk) nasionalisme + sifat arogan saya di depan Pak Pol yang menilang (jadi ga damai) tapi dengan keterbatasan waktu (jadi ga bisa ngikutin tanggal sidang). Dan saya juga waktu itu belum kepikir tentang opsi slip biru.

Slip Biru

Nih, yang baru saya lakukan hari ini. “Saya minta slip biru”. Belakangan orang biasanya menyebutkan ini karena merasa bahwa dengan menyebutkan ini dia jadi kelihatan idealis, ga suka tawar-menawar sama hukum. Tapi ya, dari lembar slip biru yang saya lihat, kayanya kalo memang slip biru, ga akan bisa lebih murah dari 100rb. Teman saya yang pengalaman slip biru juga kenanya 100rb.

Kelebihan: bersih! cepat.

Kekurangan: tekor euy, minimal 100rb

Jadi mending mana? Ya tergantung kriteria yang Anda pentingkan saat itu sebenernya.. Variabelnya ada uang, waktu, nasionalisme + harga diri di depan Pak Pol.. Semua orang punya prioritas masing-masing.. Silakan saja dipilih

Kenap saya sekarang pilih slip biru? Karena saya banyak uang.  Sumpah ngga deh, lagi bokek juga sebenernya (tanya temen-temen saya deh kalo ga percaya). Tapi penasaran aja ingin membuktikan apa yang orang-orang bilang tentang slip biru. Biar bisa share juga kan sama Anda yang lagi baca tulisan ini :)

Februari 3, 2012

Teman yang Peduli Adalah …

Teman yang mengunjungi kosan temannya yang sudah lama ga keliatan di kelas

(Kiri->kanan) Diani, Bobby, Gita, Riza, Nadine, Dea, Latifa

Siang tadi ada bunyi ketokan beberapa kali di pintu kosan.. Ketika saya membuka pintu, terlihat tujuh wajah yang saya kenal. Mereka adalah anak-anak IF dan STI 09. Wah, senangnya dikunjungi teman-teman IF dan STI 09. Ya kali.. Mereka datang untuk mengunjungi teman mereka yang kebetulan sekosan dengan saya. Orang yang sudah cukup lama tidak muncul di kelas.

Hebat juga ya melihat tujuh orang datang untuk mengujungi satu orang yang sudah lama ga kelihatan. Mengingat-ngingat kehidupan saya di selama kuliah, sepertinya ada teman saya yang menghilang, tapi saya sepertinya belum pernah mengunjungi kosannya untuk masalah menghilangnya tersebut.

Tapi di tingkat akhir gini, kayanya kalau saya ga ke kampus berbulan-bulan pun ga ada yang nyadar juga sih ya.. Dalam nama TA, semua dimaklumi sepertinya

Februari 1, 2012

Young Leaders for Indonesia ITB Campus Roadshow

Young Leaders for Indonesia (YLI) is an initiative launched in 2008 by McKinsey & Company or Indonesia’s leading university students. It aims to develop the country’s future leaders. The program’s objectives are to develop students’ potential by introducing leadership and proactive problem solving skills through a fieldwork and forum approach. This should enhance the abilities of Indonesian students to compete in the world job market. Another goal is to help high-performing students across Indonesia network with their peers.

Want to know more about YLI? Please come to the ITB campus roadshow which will be held on:
Place : Auditorium SBM ITB
Date : Saturday, 11 February 2012
Time : 14.00 – 16.00

Don’t forget the application deadline is on 29 February 2012. If you’re interested to apply, please email your CV and essay of your leadership roles and experience (max. 500 words in English) to YLI_VTR@mckinsey.com with subject YLI Kampus Wave 4–Your Name & University. Selected applicants will receive invitation to join the program.

We are waiting for you, young leaders!

YOUNG LEADERS FOR INDONESIA
web: http://yli.or.id/public_html/event.php
fb group: http://www.facebook.com/groups/135843863733/

Januari 29, 2012

The Sun and The Wind – A Fable

One day, the sun and the wind and quarreled about which one was the stronger, and the wind said, “I’ll prove I am. See the old man down there with a coat? I bet I can get his coat off him quicker than you can.”

So the sun went behind a cloud, and the wind blew until it was almost a tornado, but the harder it blew, the tighter the old man clutched his coat to him.

Finally the wind calmed down and gave up, and then the sun came out from behind the clouds and smiled kindly on the old man. Presently, he mopped his brow and pulled off his coat. The sun then told the wind that gentleness and friendliness were always stronger than fury and force.

The sun can make you take off your coat more quickly than the wind; and kindliness, the friendly approach and appreciation can make people change their minds more readily than all the bluster and storming in the world.

Januari 26, 2012

Kunjungan ke BMG

Hari ini saya mengunjungi Bumi Medika Ganesha (BMG). Hal ini terkait kecelakaan motor yang saya alami hari selasa lalu. Luka di punggung kaki kiri saya memang tidak besar namun kaki saya terasa sakit bila dipakai berjalan. Karena itulah saya memeriksakan diri ke BMG. Takut-takut luka saya infeksi atau ada hal lain yang lebih serius.

Sesampai di BMG saya ketemu dengan Edi (EL 08). Jari kelingking kanannya diperban. Dia bilang karena kejatuhan barang di kampus. Untung sekali dia kidal sehingga ia masih bisa menulis seperti biasa. Namun tetap saja sepertinya akan menjadi sulit untuk mengetik (hari gini kayanya mengetik jadi sama pentingnya dengan menulis).

Sesampai di ruangan dokter saya ditanyai terkait kejadian kecelakaan. Selanjutnya dokter memberi saya surat rujukan untuk melakukan rontgen ke kaki saya. Namun rontgen tidak jadi dilakukan hari ini karena petugas rontgennya sudah pulang dan alatnya pun sudah dimatikan. Selian itu dokter juga menyuruh saya ke bagian UGD untuk membersihkan luka. Pertemuan dengan dokter ini menimbulkan ide bahwa bisa jadi ada sesuatu terkait tulang kaki saya. Semoga saja tidak.

Di UGD luka saya dibersihkan (baca: disiram) dengan alkohol. Untungnya luka saya sudah kering sebagian sehingga tidak terlalu sakit. Kemudian Kaki saya dibalut. Pembalutan kaki sebenarnya hampir saya dengan yang beberapa hari ini saya lakukan, tapi bedanya tadi dipasang kasa berwarna hijau/biru yang katanya anti bakteri. Petugas tadi bilang agar balutan ini jangan dibuka sampai dua hari dan jangan sampai kena air. Yah sepertinya untuk dua hari ke depan saya akan mandi menggunakan kantong plastik di kaki saya.

Kemudian saya kembali ke ruangan dokter untuk mengambil resep. Di ruangan itu kebetulan Edi sedang konsultasi terkait pengobatannya. Jadi dia terkait patah tulangnya dirujuk ke rumah sakit Boromeus dan ditangani oleh seorang dokter senior yang punya gelar Professor. Saya jadi tahu bahwa tidak ada standarisasi tarif dokter secar formal. Dalam praktiknya, tarif dokter dihargai berdasarkan senioritas. Kalau dapet dokter yang sangat senior bisa dapat tarif yang sangat senior juga. Hal ini terjadi dalam kasus Edi. Di mana kesenioran dokternya dihargai 250ribu hanya untuk konsultasi dengan dokter itu saja. Belum obat dan biaya lain-lain. Jadi secara kasar yang dilakukan si dokter: membaca hasil rontgen, menyimpulkan, memberi resep. Bahkan yang membalutkan perban pun bukan si dokter itu. Weew.. Kesehatan memang mahal ya..

Tapi walaupun begitu dokter Sri (dokter di BMG yang merupakan dokter saya dan Edi) bilang kalau profesi dokter itu susah dan capek. Ga kaya profesi informatika, yang dia bilang: “sekali pencet tombol dapet 1 milyar”.. Ya kali Dok.. Haha

Jadi, yang saya peroleh hari ini di BMG adalah:

  1. Kalau pilih dokter hati-hati. Kalau kasusnya kayanya ga sampe perlu penanganan yang expert banget mungkin bisa dihindari nama-nama yang punya gelar-gelar panjang misalnya “Professor”
  2. Pembalutan luka baru di kaki kiri saya, yang akan menempel terus bersama saya untuk dua hari ke depan.
  3. Petunjuk untuk mandi menggunakan plastik di kaki kiri supaya ga kena air
  4. Satu lembar kertas rujukan rontgen untuk saya gunakan besok pagi

Semoga ga kenapa-napa deh ya, karena saya pingin bisa ikut Amazingrace HMIF sabtu nanti.. hehe..

Kaitkata: , ,
Januari 25, 2012

Hanifah and Friends

Itu adalah nama kelompok Amazingrace HMIF kami untuk hari sabtu – 28 Januari 2012 nanti

Personel kelompoknya antara lain:

IF 09

  1. Hanifah
  2. Dita
  3. Tata
  4. Caca
  5. Samca
  6. Robert
  7. Kevin
  8. Redi

IF 08

  1. PW

Yeah-yeah.. saya merupakan satu-satunya personel 08.. Sebenernya masih nyari calon 1 orang 08 lagi untuk kelompok Amazing race ini. Ada yang mau bergabung?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 295 pengikut lainnya.